Total Tayangan Halaman
Rabu, 05 Desember 2012
Catatan Gila
"ya, kebahagiaan, kenikmatan, itu kita sendiri yang buat, fuck with the other"
"memandang dunia dengan kacamata pribadi, maaf"
''Gendeng adalah cara yang mudah untuk menikmati, mensyukuri semua karunia dan anugrah Tuhan''
''gendeng adalah kebutuhan yang ditakutkan manusia karena manusia, bukan Tuhan''
''orang gendeng di zaman edan adalah orang normal dan sehat yang hakiki''
''penyakit hati hanyalah untuk orang waras, normal, dan orang yang berpikir''
''memurtadkan orang-orang murtad, mengkafirkan orang kafir''
''bertemu orang-orang yang sudah wafat memang menenangkan hati, tapi jangan terlalu sering nanti dunia dilupakan''
"kegilaan adalah anugerah dari Tuhan yang dapat dipelajari bagi orang-orang yang mampu"
Bencana Palestina Karena Ulah Umat Muslim Sendiri
eksistensi Tuhan saat ini ketika melihat muslimin palestina dihancur leburkan oleh yahudi israel dimana?
saya pikir ada dua alasan kenapa,,
awal mungkin ini sudah dekat dengan yang namamya apocalyps (kiamat) sehingga Tuhan memberikan suatu pertanda besar melalui gencarnya yahudi zionis di muka bumi, sehingga sebentar lagi munculah dajjal, turunnya nabi Isa dan keluarnya Imam Mahdi.
kedua, ini adalah balasan Tuhan atas apa yang diperbuat seluruh umat muslim didunia. mereka kebanyakan tidak melakukan apa yang diwajibkan baginya, melanggar yang haram dll. lihat saja indonesia, negara yang 10-20 tahun lalu sebagai prosentase terbesar umat islam yang mencapai 99% hingga saat ini yang cuma 90%, mereka semua melupakan agamanya, busa dilihat dari banyaknya kriminal yang mencakup segala golongan, pejabat korupsi, maling, pemerkosaan, diumbarnya aurat aurat mereka.
What The Hell!! ini negara Islam terbesar dan sama sekali tidak memcerminkan keislaman mereka sama sekali.
itu masih di indonesia. mungkin ini semua adalah peringatan Tuhan kepada seluruh umat islam dimanapun, kapanpun
memberikan suatu yang terbaik untuk kita sendiri bukanlah suatu keegoisan, melainkan keperluan yang hanya dipahami oleh diri kita sendiri, karena orang lain tidak paham.
hingga antara kita dan tuhan dan apa yang kita butuhkan untuk tetap dekat denganNya
Kamis, 06 September 2012
ALLAH yang maha adil
Bismillahirrohmanirohim
dengan menyebut segala puji bagiMu tuhan. Tuhan yang maha adil
Keadilan yang sering tidak dipahami manusia. karena manusia bodoh dan jarang ada yang mau mengenal Tuhannya.
keadilan Tuhan bukan berarti sama rata, akan tetapi membuat kondusif dan harmonis, ALLAH menciptakan segalanya berkesinambungan dan saling berkaitan, kita tidak bisa menyangkal itu, orang kaya membutuhkan orang miskin, orang miskin membutuhkan orang kaya.
tidakkan pernah berfikir kalau setiap orang disatu kota mempunyai rumah, kendaraan, jabatan tiap personal, harta yang sama banyaknya, apakah ada orang mau membersihakan jalanan setiap hari, menyirami tanaman dipinggir jalan, dll. dengan jabatan yang sama (sebut saja) kepala sekolah, apakah bisa dibayangkan apabila satu kota dihuni oleh kepala sekolah semua?? sangat merusak tatanan hidup. disitulah letak keadilan tuhan yang sering disalah artikan oleh makhluknya, yang selalu menuntut dan tak mau dituntut. menuntut keadilan yang sudah adil. Adil yang banyak dipahami oleh sebagian besar manusia sebagai kesama-rataan bentuk,posisi, dan jatah. mereka bukannya menuntut keadilan, mereka hanya iri, padahal mereka tidak tahu.
coba semua orang memahami ini, mereka mengenal tuhannya, mengenal siapa yang menciptakannya, siapa yang maha agung dan maha adil itu, maka akan tercipta kehidupan yang aman dan tentram. tetapi itu hanya angan belaka, karena semakin berkembangnya zaman, teknologi semakin maju, akan tetapi moral semakin menyusut dan tak tahu bagaimana bentuknya, moral tak begitu penting, sekarang yang penting adalah mencapai cita cita menjadi orang besar, banyak melupakan orang lain yang memang pantas dilupakan (kata mereka). mereka hanya belum sadar.
ALLAH sudah benar benar adil. tidak ada yang perlu dirubah.
Kamis, 24 Mei 2012
aku tidak cinta siapa-siapa
aku tidak bilang mencintai TUHAN, karena kelakuan dan hatiku belum mencintaNya
aku tidak bilang mencintai nabi, karena aku belum bisa dan pantas menjadikan nabi sebagai kekasih
aku tidak bilang mencintai al-quran yang seharusnya dicinta, karena memang qur'an hanya masih sebagai pelengkap dikala senggang
aku tak bilang mencintai ilmuMu, karena aku sangatlah tidak mempunyai ilmu dibanding luasnya.
aku tidak bisa bilang mencintai orang tuaku, setiap hari aku selalu mengecewakannya
aku tidak bisa bilang mencintai saudara-saudaraku, setiap waktu selalu memusuhi mereka
aku tidak bisa bilang mencintai wanita, dia selalu dirugikan dan disakiti
akupun tidak bisa bilang mencintai hobi, yang mana selalu berubah ubah dibawa zaman
karena aku mungkin tidak cinta siapa siapa.
aku tidak bilang mencintai nabi, karena aku belum bisa dan pantas menjadikan nabi sebagai kekasih
aku tidak bilang mencintai al-quran yang seharusnya dicinta, karena memang qur'an hanya masih sebagai pelengkap dikala senggang
aku tak bilang mencintai ilmuMu, karena aku sangatlah tidak mempunyai ilmu dibanding luasnya.
aku tidak bisa bilang mencintai orang tuaku, setiap hari aku selalu mengecewakannya
aku tidak bisa bilang mencintai saudara-saudaraku, setiap waktu selalu memusuhi mereka
aku tidak bisa bilang mencintai wanita, dia selalu dirugikan dan disakiti
akupun tidak bisa bilang mencintai hobi, yang mana selalu berubah ubah dibawa zaman
karena aku mungkin tidak cinta siapa siapa.
Selasa, 15 Mei 2012
antara aku, kau dan Tuhanku
malam hari ini begitu indah dengan sabit Mu,
begitu anggun berdiri dirangkaian gugus bintang.
Walau kau tak sempurna, kau lah yang terindah yang pernah ada sepanjang waktu.
Bintang-bintang tak mampu menyaingimu, apalagi
lampu-lampu raksasa buatan sang sombong dan angkuh seakan penguasa dunia.
Mereka semua tak mampu mengalahkan indahmu, sabit ku
hanya antara aku, kau, dan Tuhanku.
Selasa, 01 Mei 2012
Rumusan Matematika Kehidupan
semua itu bertambah, bukan berganti.
Tak ada yang bisa hilang, hanya bisa tertutup dan terlupakan
berubahpun tidak tepat karena berubah hanya untuk dzat yang halus.
Hanya bisa menambahkan hal positif dalam kehidupan
untuk menimbun hal-hal negatif sebelumnya.
Jangan berubah jadi apapun jadi siapapun
belajar dan tambahlah nilai dan berat dalam kamu juga kalian
saya adalah saya yang mungkin bertambah baik atau berkurang kebaikan.
Begitupun anda dan mereka.
Jumat, 06 April 2012
ISLAMNYA KERAJAAN MAJAPAHIT (sejak awalnya?)
Islamedia:Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasi si pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara. Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto ini. Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.
‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakt-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.
Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah (Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara. Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah yang berkaitan dengan partai komunis ini yang dibuat di masa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut. Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.
Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah sebagai berikut:
1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.
2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.
3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini. Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.
4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran suf, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu. Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo. Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisan Gajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’. Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.
5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu. Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari Timur Tengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan ‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranakpinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaan Nusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.
Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa sejarah itu dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan. Wallahu A’lam Bishshawab. [sejarah-kompasiana]
http://islamedia.co.nr/
http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit
‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakt-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.
Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah (Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara. Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah yang berkaitan dengan partai komunis ini yang dibuat di masa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut. Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.
Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah sebagai berikut:
1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.
2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.
3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini. Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.
4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran suf, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu. Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo. Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisan Gajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’. Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.
5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu. Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari Timur Tengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan ‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranakpinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaan Nusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.
Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa sejarah itu dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan. Wallahu A’lam Bishshawab. [sejarah-kompasiana]
http://islamedia.co.nr/
http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit
Langganan:
Komentar (Atom)
